Sebuah Takdir Bertemu Dua Malaikat Kecil (Part 2)

 

Lanjutan Sebuah Takdir Bertemu Dua Malaikat Kecil (Part 1)

Mungkin malaikat Aries tidak menemuiku saat ini, tetapi malaikat Aries mengirimkan malaikat lain, yaitu malaikat Taurus yang menyembuhkan luka.

Aku terdiam terpaku melihat malaikat Taurus yang datang menemuiku. Aku tidak tahu apa yang harus ku perbuat, tetapi aku sangat ingin dipeluk.

Kemudian malaikat Taurus memelukku dengan erat dan lembut. Seluruh beban hidupku terlepas dan luka di hatiku terobati.

Tenang..... Damai.... Hanya ini yang aku rasakan sekarang sambil menangis dalam pelukan malaikat Taurus.

👼👼👼

Have I told you lately? That I miss you badly? Sometimes I wish, that I could still call you mine - Gangga, Blue Jeans

Sebulan telah berlalu. Setiap hari dua malaikat yang aku temui di taman itu, selalu menemaniku bergantian. Terkadang kedua malaikat itu menemuiku bersamaan, hanya sekedar mengawasiku dan memastikan aku tidak menangis lagi.

Segala logika ku kembali berpikir untuk masa depan, dan hatiku mulai mengikhlaskan segala kenangan yang sudah diperbuat.

Namun, aku bertemu kembali dengannya, di malam yang syahdu berselimut dinginnya hujan.

Ia mencurahkan segala isi hatinya padaku. Iya, dia yang meninggalkanku, karena memilih perempuan pilihan orang tuanya.

"Aku pusing, berat rasanya beban yang sedang aku pikul sekarang ini. Seakan-akan dunia tidak pernah ada di pihakku. Aku harus menanggung beban keluargaku, dan aku harus dipindah tugaskan karena masalah yang bukan aku perbuat." Ucapnya dengan suara lirih dan hati yang sangat berat. "Atau mungkin aku sudah gila? Aku tidak boleh menyerah, tetapi aku tidak tahu apakah aku sanggup?"

"Aku tahu, aku bukanlah wanita yang kamu pilih. Tetapi aku bersyukur, aku adalah rumahmu, tempatmu berkeluh kesah dan menangis. Mungkin aku tidak bisa memenangkan hatimu, tetapi aku akan ada untuk membantumu dan berusaha menghiburmu. Walaupun aku harus terluka." Ucapku dalam batin, karena tak mungkin aku berkata seperti itu padanya. Aku hanya bisa terdiam dan tersenyum. Aku juga bingung, apa yang harus aku perbuat? Toh, kamu sendiri sudah membuangku..

Akhirnya, ia menarik tanganku dan memelukku dengan sangat erat. Aku merasakan napasnya sudah tidak karuan, dan air matanya membasahi pipinya. Aku merasakan perasaan yang sungguh tidak karuan, antara sedih karena tidak bisa memilikinya, dan juga senang karena bisa memeluknya kembali.

"Terimakasih sudah bercerita padaku. Terimakasih sudah memelukku. Puaskan dirimu, aku siap jadi sandaran untukmu." Aku pun memisikkan kalimat itu di telinganya, sambil membalas pelukkan.

Tak terasa aku pun ikut menangis. Mungkin ia menangis karena beban berat yang ia pikul, sedangkan aku menangis karena patah hati akibat putus cinta dengannya kembali ku rasakan.

Seandainya aku boleh menghentikan waktu, aku ingin waktu berhenti dan terus memeluknya seperti ini. Sayangnya, aku tidak bisa memeluknya terus menerus, dan kami pun berpisah lagi.

👼👼👼

But I'll be there for you when you need me, it is only me, Believe me girl it's only me. I will always be the one who pull you up, when everybody push you down and it's only me. - Kaleb J, It's Only Me

Aku menangis tak karuan setelah bertemu dengannya. Aku tidak tahu kapan akan bertemu dengannya lagi. Pikiranku sangat kacau balau.

Malaikat Taurus menemuiku di malam itu, ia kembali menenangkanku kembali, berusaha menghiburku dan membuatku tertawa kembali.

Malaikat Taurus menemaniku, hingga aku tertidur tanpa air mata. Hingga malam-malam berikutnya, Malaikat Taurus selalu menemaniku dan memastikanku tidak pernah menangis lagi.

Begitu juga dengan malaikat Aries. Ia selalu menyapaku setiap hari, sama dengan malaikat Taurus. Malaikat Aries selalu memberikanku semangat, dan berhasil membuatku berdiri tegak kembali.

Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan dua malaikat kecil ini. Walaupun rasa sakit hati karena patah hati ini masih ku rasakan, tetapi aku bisa tersenyum dan tidak merasa sendirian. Aku tahu, ada dua malaikat kecil yang menjagaku dan ada untukku.

Terimakasih untuk kedua malaikat kecilku, aku senang kalian berdua hadir di hidupku. Semoga kita bisa selalu menjalin hubungan dengan baik, dan semoga Tuhan memberikan kalian kebahagian atas kebaikan yang kalian bagikan padaku. 

1 Comments